NUSANTARATV.ID WAY KANAN LAMPUNG .- Warga waykanan diresah kan oleh banyak nya diduga pupuk palsu merek KANADA beredar di kecamatan pakuan ratu, dan kecamatan negeri agung kabupaten waykanan.

Hal tersebut diketahui dari salah satu warga desa bumi mulya kecamatan pakuan ratu waykanan provinsi lampung (MW)

( MW) merasa nama nya dirusak dan masyarakat nya dirugikan dengan beredar nya pupuk merek KANADA yang diduga kuat pupuk palsu bahkan ada yang mengatakan itu pasir laut jelas MW kepada media ini 28-7-2023

Pupuk itu kami beli dari mobil yang keliling menawarkan pupuk, Pada waktu sebelum lebaran haji tahun ini saya ditawari orang karya tiga. Dan masih banyak kawan kawan petani yang juga ikut membeli. Kami merasa curiga dengan pupuk karna bau nya ngak ada dan berat, waktu itu kami rendam didalam ember, disitu tidak ada tanda tanda pupuk seperti biasa nya , setelah air nya kami buang, kami cek didalam, tau nya yang tinggal seperti pasir laut.

Dari situlah kami antar barang nya kepolsek bahkan anggota polsek tau kok bagai mana pupuk itu jelas MW, tidak lama kemudian bos yang punya pupuk itu datang Kepolsek berlagak tidak bersalah ,bahkan bergaya preman mengatakan mau ganti segala macam bahkan orang tua nya oknum anggota dewan mau datang ngajak damai. Sampai sekarang tidak ada kejelasan, jelas mw.

Ditempat terpisah media ini mencoba menelusuri kebenaran informasi beredar nya pupuk palsu, yang diduga kuat Milik BA putra dari oknum anggota dewan waykanan. Benar saja petani yang dijumpai media ini merasa geram, bahkan pupuk yang mereka beli berani mereka makan.

“Saya berani makan itu pupuk krn itu pasir laut ujar salah satu korban kepada media ini.

Tokoh masyarakat berharap agar pihak kapolda lampung dapat mengambil alih terkait urusan di duga pupuk palsu ini, karna ini melibat kan oknum anggota dewan dan anggota polres.

“Pihak Penjual Pupuk diduga palsu telah dikonfirmasi. Via pesan singkat whatsap “Ow ya kalo emang dia merasa tertipu limpah kan ke polres aja” jawab nya via Whatsap.
(Juan)

Reporter: Nusantara TV

Tag