NUSANTARATV.ID WAY KANAN.- Pengerjaan Peningkatan Jalan Dusun II – Dusun VIII pada Ruas Tanjung Tiga – Air Melintang Kecamatan Rebang Tangkas yang di kerjakan Oleh CV. UMPU SERAYU ABADI dengan nilai Rp. 199.751.637,00 Tahun Anggaran 2023
Diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tumpang tindih dengan jalan desa.
Berdasarkan hasil Temuan dan informasi Masyarakat di Kampung Tanjung Tiga, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan telah terjadi indikasi tindak pidana korupsi, tidak sesuai spesifikasi teknis dalam pengerjaan Peningkatan Jalan Dusun II – Dusun VIII pada Ruas Tanjung Tiga – Air Melintang Kecamatan Rebang Tangkas, yang mana” Tokoh Masyarakat Kampung Tanjung Tiga, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan Mengatakan sabtu, 20/04/2024
Bahwa dalam Peningkatan Jalan yang di kerjakan Oleh CV. UMPU SERAYU ABADI diduga dikerjakan asal jadi tidak merujuk pada spesifikasi teknis. Hal tersebut terlihat pada hamparan batu pokok dan batu pengunci yang terlalu tipis, diperparah tidak adanya penyiraman aspal cair antara batu pokok dengan batu pengunci, Hanya nampak penyiraman aspal pada batu pengunci dengan batu penutup saja.
Dalam Pengerjaan terindikasi Pada penyiraman aspal pertama 2 Liter/M² dan Penyiraman kedua 3 Liter/M², dan diduga penyiraman aspal hanya dilakukan 1 kali pada penyiraman antara batu pengunci dan batu penutup, Kuat dugaan adanya pengurangan volume material batu dan aspal. Ujar tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan nama nya.
Pengerjaan Peningkatan Jalan juga tumpang tindih dengan jalan kampung/Aset kampung yang masih layak dipergunakan berupa jalan rabat beton, kemudian ada pembangunan lapen lebih kurang 355 M. Ini kan jelas tumpang tindih” jalan rabat beton pembangun kampung ditimpa pembangunan yang baru
Setau kami proyek ini milik salah satu oknum anggota DPRD Way Kanan dapil 5 fraksi partai PKB
“Sehubungan dengan adanya fakta di lapangan kami Masyarakat Kampung Tanjung Tiga Meminta Pihak Aparat Penegak Hukum Bisa Mengambil tindakan Tegas, jangan sampai seolah ada pembiaran, apa lagi ini didepan mata tutup tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan nama nya. (CN)














